Indonesian English
Home Tentang Shorinji Kempo
Rabu, 16 April 2014

Tentang Shorinji Kempo

1. Shorinji Kempo dan Doktrin

shorinji kempo"Kempo, olahraga beladiri sejati yang kurang promosi" adalah sebuah kalimat dalam judul tulisan olahraga salah satu media cetak nasional (Kompas, Rabu, 19 Januari 2005) sangat menggelitik untuk dikaji, karena memang masih banyak masyarakat Indonesia yang kurang paham terhadap beladiri Shorinji Kempo. Ketidakpopuleran Shorinji Kempo tidak terlepas dari filosofi yang dianutnya, sebagai ilmu beladiri semata yang sarat dengan welas asih. Namun ketidakpopuleran tersebut tidak berarti Shorinji Kempo sulit dipahami.

Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan, kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman. Begitulah bunyi doktrin Shorinji Kempo, sebuah doktrin yang menjadi ruh sekaligus inti ajaran bagi para kenshi yang mendalami seni beladiri Shorinji Kempo. Seni beladiri yang bercorak defensif, dilarang menyerang sebelum diserang.

Kendati jurus-jurusnya bisa mematikan lawan, Shorinji Kempo selalu menekankan, perangilah dirimu sebelum memerangi orang lain. Shorinji Kempo adalah keseimbangan antara kekuatan dan moral. Jika tidak seimbang, hanya kekuatan saja kenshi akan jadi preman, tetapi jika hanya moral saja akan menjadi suatu kelemahan. Oleh karena itu belajar Shorinji Kempo harus memadukan keduanya untuk dikuasai. Secara teknis, gerakan Shorinji Kempo sarat dengan filosofi beladiri yang harus dipahami dengan cermat dan hal ini akan sangat membantu memudahkan mempelajarinya.

Shorinji Kempo dilandasi prinsip 'BUDO', yaitu secara harfiah menghentikan pertarungan, dalam arti sebenarnya adalah sebuah seni beladiri dimaksudkan bukan untuk berkelahi, berperang atau membunuh manusia, tetapi dimaksudkan untuk menghentikan konflik antar manusia dan membentuk sebuah budaya damai, dalam hal ini 'Budo' memerankan peran moral yang lebih baik dalam masyarakat dan bukan sebagai alat pemusnah. Dalam hal ini tujuan berlatih Shorinji Kempo merupakan modal dasar pembangunan moral dalam lingkungan.


2. Falsafah
Shorinji Kempo

 
teknik lembut (juho)

teknik keras (goho)

Seni bela diri Shorinji Kempo mempunyai dasar falsafah yang kuat yaitu tidak membunuh dan menyakiti, maka semua KENSHI (pemain Kempo) dilarang menyerang terlebih dahulu sebelum diserang. Hal ini menjadi doktrin Kempo, bahwa "perangilah dirimu sendiri sebelum memerangi orang lain". Berdasarkan doktrin ini mempengaruhi pula susunan beladiri ini, sehingga gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak/menangkis serangan dahulu, baru kemudian membalas. Selanjutnya disesuaikan menurut kebutuhan yakni menurut keadaan serangan lawan.

Seni bela diri Shorinji Kempo juga selalu mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang juga tidak selalu setiap serangan dibalas dengan kekerasan. Sehingga dalam ilmu Shorinji Kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja. Cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan bila terpaksa barulah dilakukan penghancuran titik-titik lemah lawan, berupa tendangan, sikutan, pukulan dan sebagainya. Bentuk yang pertama dikenal sebagai JUHO dan yang berikutnya sebagai GOHO.

Setiap kenshi diharuskan menguasai teknik GOHO (keras) dan JUHO (lunak), artinya tidak dibenarkan apabila hanya mementingkan pukulan dan tendangan saja dengan melupakan bantingan dan lipatan-lipatan.


3. Manfaat Latihan Shorinji Kempo

Hasrat dan manfaat yang didapatkan dengan mempelajari ilmu beladiri kempo antara lain :
1. Untuk beladiri
2. Membentuk kekuatan fisik dan mental
3. Olahraga supaya sehat dan kuat
4. Untuk dapat menguasai diri
5. Meraih prestasi.


4. Tingkatan dalam Shorinji Kempo


Dalam Shorinji Kempo terdapat dua tingkatan yaitu tingkat Kyu-Kenshi (KYU) dan Yudansha (DAN) :
• Tingkat Kyu-Kenshi : Kyu - V s/d Kyu - I
• Tingkat Yudansha   : I - DAN s/d IX - DAN

Ciri atau deskripsi tingkatan :

KYU-V : Sabuk warna putih dan lambang shorinji kempo di dada kiri, tanpa tanda badge tingkatan.
KYU-IV : Sabuk warna putih dan lambang shorinji kempo di dada kiri dan tanda badge tingkatan Kyukenshi di lengan kanan.
KYU-III : Sabuk warna hijau dan lambang shorinji kempo di dada kiri dan tanda badge tingkatan Kyukenshi di lengan kanan.
KYU-II : Sabuk warna biru dan lambang shorinji kempo di dada kiri dan tanda badge tingkatan Kyukenshi di lengan kanan.
KYU-I : Sabuk warna coklat dan lambang shorinji kempo di dada kiri dan tanda badge tingkatan Kyukenshi di lengan kanan.
I-DAN s/d IX-DAN
: Sabuk warna hitam, lambang shorinji kempo di dada kiri dan tanda badge masing-masing tingkatan Yudansha di lengan kanan.



Untuk mencapai berbagai tingkatan tersebut didapatkan melalui ujian kenaikan tingkat yang dilaksanakan baik oleh  WSKO, PB PERKEMI, Pengprov dan Pengkot dalam berbagai acara Gashku dan UKT baik tingkat internasional, nasional, wilayah, provinsi, kota/kab maupun dojo.

Perkemi Kota Bogor

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Data Kenshi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Komunitas

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Alamat Perkemi

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Advertisement

geokuliner memetakan lidah

Pengunjung Online

Terdapat 12 Tamu online